Friday, February 17, 2012

MENSYUKURI NIKMAT IMAN


Maraknya tindak kriminal baik yang dilakukan oleh orang awam seperti pencurian, perampokan, dan pembunuhan, maupun yang dilakukan oleh para pejabat seperti korupsi, kolusi dan nepotisme disebabkan karena integritas moral mereka yang rendah.
Orang yang rendah integritas moralnya cenderung untuk mencari cara yang mudah untuk mencapai tujuan dan tidak peduli halal haram. Yang haram dihalalkan dan yang halal diharamkan.
Teman diperlakukan sebagai lawan dan lawan diperlakukan sebagai teman. Orang seperti itu tega menggunting dalam lipatan dan menohok kawan seiring. Kita bisa mengambil pelajaran dari kasus korupsi yang dilakukan oleh MN yang disinyalir melibatkan banyak orang. Satu dengan yang lain saling tuduh menuduh dan saling salah menyalahkan.
Yang dulu berteman setia kini menjadi lawan berat. Sebagian besar dari mereka adalah orang yang mengaku dirinya islam, namun iman belum masuk ke dalam hati mereka.

قَالَتِ الأعْرَابُ آمَنَّا قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الإيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman”. Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi Katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; dan jika kamu taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikitpun pahala amalanmu; Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS Al Hujurat : 14)
Iman sangat berperan dalam pembentukan kepribadian yang unggul. Iman yang masuk ke dalam hati akan berbuah pribadi yang berkualitas, akhlak yang karimah yang bisa dilihat langsung dari amal-amal shalehnya yang dilakukannya secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Orang berakhlak karimah akan menyukai amal shaleh dan membenci amal thaleh.
Bagi orang-orang yang beriman, Allah menjadikan mereka benci kepada kekafiran, kefasikan dan kedurhakaan.

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الأمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الإيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ أُولَئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalanganmu ada Rasulullah. kalau ia menuruti kemauanmu dalam beberapa urusan benar-benarlah kamu mendapat kesusahan, tetapi Allah menjadikan kamu ‘cinta’ kepada keimanan dan menjadikan keimanan itu indah di dalam hatimu serta menjadikan kamu benci kepada kekafiran, kefasikan, dan kedurhakaan. mereka Itulah orang-orang yang mengikuti jalan yang lurus,(QS Al Hujurat : 7)
Sehingga kekafiran, kefasikan, dan kemaksiatan itu akan mereka tinggalkan dengan senang hati. Sehingga orang yang beriman hakekatnya adalah orang yang sangat beruntung. Imannya membimbingnya kepada kebaikan, sekaligus mendidingnya dari kemaksiatan.
Maka orang yang beriman akan senantiasa bersyukur kepada Allah atas anugerah iman yang diterimanya. Apalagi kebaikan moral seseorang karena iman akan membimbingnya kepada kebahagiaan hidup yang kekal di akherat.
Kesadaran seperti itu akan menjadikan orang beriman semakin bersyukur dengan bersungguh-sungguh memanfaatkan diri dan hartanya di jalan Allah. Di dunia karena imannya dia menjadi orang yang berakhlak karimah, sedang di akherat dia akan mendapatkan balasan kebahagiaannya yang kekal di sorga.
Meskipun banyak orang beriman yang tidak memiliki banyak harta, namun mereka tetap bahagia. Mereka faham bahwa dalam pandangan Allah harta dunia tidak lebih berharga dari pada sehelai sayap nyamuk.
Sedang nilai iman jauh lebih berharga dibanding dengan emas sepenuh bumi. Karena orang yang mati tanpa iman tidak bisa menebus diri dari siksa neraka yang kekal meski dengan emas sepenuh bumi.

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْ أَحَدِهِمْ مِلْءُ الأرْضِ ذَهَبًا وَلَوِ افْتَدَى بِهِ أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ وَمَا لَهُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati sedang mereka tetap dalam kekafirannya, Maka tidaklah akan diterima dari seseorang diantara mereka emas sepenuh bumi, walaupun Dia menebus diri dengan emas (yang sebanyak) itu. bagi mereka Itulah siksa yang pedih dan sekali-kali mereka tidak memperoleh penolong.(QS Ali Imran : 91)
Dalam konteks harta Rasulullah saw menuntunkan kita untuk memandang ke bawah, kepada mereka yang kurang beruntung. Dengan sikap seperti itu kita akan merasa lebih beruntung dan lebih mudah bersyukur meskipun terhadap nikmat yang kecil.
Orang yang naik sepeda motor merasa bersyukur dari pada naik sepeda onthel. Orang yang naik sepeda onthel merasa bersyukur dari pada berjalan kaki. Orang yang berjalan kaki merasa bersyukur dari pada yang lumpuh kakinya.
Dengan mensyukuri nikmat Allah yang kecil, niscaya Allah akan mendatangkan kepadanya nikmat yang banyak. Semoga Allah memilih kita menjadi hamba-Nya yang pandai bersyukur, aamiin. ***
Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina

No comments:

Post a Comment